Sebelum peneliti membicarakan lebih jauh tentang pengertian pendidikan agama Islam, alangkah baiknya kalau lebih dahulu peneliti menjabarkan apa sebenarnya arti pendidikan. Menurut pakar-pakar baik secara etimologis atau termenologi. Dari segi etimologis, pendidikan berasal dari bahasa Yunani “paedagogike” ini adalah majmuk yang terdiri dari kata “paes ” yang berarti “anak” dan kata “ago” yang berarti “aku memberikan bimbingan”. Jadi paedagogike berarti aku membimbing anak. Orang yang pekerjaannya membimbing anak dengan maksud membawanya ketempat belajar, dalam bahasa Yunani di sebut “paedagogos”. Jika kata ini diartikan secara simbolis, maka perbuatan membimbing seperti dikatakan di atas itu, merupakan inti perbuatan mendidik yang tugasnya hanya membimbing saja, dan kemudian pada saat itu harus melepaskan anak itu kembali (ke dalam masyarakat). Dari definisi yang telah disebutkan di atas adalah sebagai barometer untuk mendefinisikan pendidikan agama Islam. Mengapa demikian? karena dalam perkembangannya di Indonesia bahwa pendidikan agama Islam secara kurikulum berada pada sub bagian dari bagian pendidikan umum. Oleh karena itu, peneliti mendefinisikan terlebih dahulu pengertian pendidikan secara umum, setelah itu membicarakan definisi pendidikan agama Islam. Pengertian pendidikan agama Islam yang terdapat dalam kurikulum pendidikan agama Islam yang telah dikutip oleh Abdul Majid, et., adalah upaya sadar dan terencana dalam menyiapkan siswa untuk mengenal, memahami, menghayati, hingga mengimani, ajaran agama Islam, dibarengi dengan tuntunan untuk menghormati penganut agama lain dalam hubungannya dengan kerukunan antar umat beragama hingga wujud kesatuan dan persatuan bangsa. Menurut Zakiyah Darajat yang terdapat dalam pendidikan agama Islam Berbasis kompetensi, pendidikan agama Islam adalah suatu usaha untuk membina dan mengasuh siswa agar senantiasa dapat memahami ajaran Islam secara menyeluruh. Lalu menghayati tujuan, yang pada akhirnya dapat mengamalkan serta menjadikan Islam sebagai pandangan hidup. Pendidikan agama Islam di dalam GBPP SLTP dan SMA mata pelajaran pendidikan agama Islam Kurikulum tahun 1994 yang telah dikutip oleh Muhaimin 1996, “dinyatakan bahwa yang dimaksud pendidikan agama Islam: usaha sadar untuk menyiapkan siswa dalam menyakini, memahami, menghayati dan mengamalkan agama Islam melalui kegiatan bimbingan, pengajaran dan pelatihan dengan memperhatikan tuntutan untuk menghormati orang lain dalam hubungan kerukunan antar umat beragama dalam masyarakat untuk mewujudkan persatuan nasional.” Dari pengertian tersebut dapat dikemukakan beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pembelajaran pendidikan agama Islam menurut Muhaimin dalam
buku paradigma pendidikan Islam yaitu : a. Pendidikan agama Islam sebagai usaha sadar, yakni suatu kegiatan bimbingan, pembelajaran/latihan yang dilakukan secara sadar dan terencana atas dasar tujuan yang hendak dicapai. b. Siswa yang hendak disiapkan untuk mencapai tujuan. c. Pendidik atau guru pendidikan agama Islam (GPAI) yang melakukan kegiatan bimbingan, pembelajaran/latihan secara sadar terhadap siswa untuk mencapai tujuan pendidikan agama Islam. d. Kegiatan (pembelajaran) pendidikan agama Islam diarahkan untuk meningkatkan keyakinan, pemahaman, penghayatan dan pengamalan ajaran pendidikan agama Islam dari siswa, yang di samping untuk membentuk kesalahan pribadi atau kualitas
pribadi, juga sekaligus untuk membentuk kesalahan sosial
buku paradigma pendidikan Islam yaitu : a. Pendidikan agama Islam sebagai usaha sadar, yakni suatu kegiatan bimbingan, pembelajaran/latihan yang dilakukan secara sadar dan terencana atas dasar tujuan yang hendak dicapai. b. Siswa yang hendak disiapkan untuk mencapai tujuan. c. Pendidik atau guru pendidikan agama Islam (GPAI) yang melakukan kegiatan bimbingan, pembelajaran/latihan secara sadar terhadap siswa untuk mencapai tujuan pendidikan agama Islam. d. Kegiatan (pembelajaran) pendidikan agama Islam diarahkan untuk meningkatkan keyakinan, pemahaman, penghayatan dan pengamalan ajaran pendidikan agama Islam dari siswa, yang di samping untuk membentuk kesalahan pribadi atau kualitas
pribadi, juga sekaligus untuk membentuk kesalahan sosial



0 komentar:
Posting Komentar