Manajemen Sumber Daya Sekolah

                
I.       PENDAHULUAN
a.      Latar Belakang
Sumber Daya manusia(SDM) merupakan modal  dasar  pembangunan nasional, oleh karena itu maka kualitas SDM senantiasa harus dikembangkan dan diarahkan agar bisa  mencapai tujuan  yang  diharapkan.  Berbicara  mengenai  sumber  daya  manusia sebenarnya dapat dilihat dari 2  aspek yaitu  aspek kualitas dan  aspek kuantitas. Aspek kuantitas  mencakup  jumlah  SDM  yang  tersedia/penduduk,  sedangkan  aspek kualitas mencakup kemampuan SDM baik fisik maupun non fisik/kecerdasan dan mental dalan melaksanakan pembangunan.
Sehingga  dalam  proses  pembangunan pengembangan sumber  daya  manusia  sangat  diperlukan,  sebab kuantitas  SDM  yang  besar  tanpa didukung kualitas yang baik akan menjadi beban pembangunan suatu bangsa. Dalam mewujudkan  misi  dan visi  perusahaan  maka  organisasi  dapat memanfaatkan  sumber  daya  manusia  yang  dimilikinya  seoptimal mungkin,  supaya dapat memberikan  ‘added  value’ bagi  organisasi tersebut.
Oleh karena  itu untuk mewujudkannya, diperlukan  SDM  yang  terampil  dan handal  di  bidangnya. Salah  satu cara untuk mengembangkan sumber daya manusia dalam perusahaan yaitu dengan jalan meningkatkan kompetensi individu karyawan pada perusahaan tersebut. Kata  kunci  dalam mengembangkan kompetensi  karyawan  adalah  rekayasa perilaku/behaviour  engineering  tenaga  kerja.  Rekayasa  perilaku  mengandung  makna 22 tersirat  bahwa  perilaku dapat  diubah dan diperbaiki. Untuk mencapai  pengembangan perilaku harus dilakukan  secara  sadar, yaitu melalui proses perencanaan, pelaksanaan, dan  evaluasi  sistem.  Dari  uraian di  atas dapat  disimpulkan bahwa  pengembangan sumbert  daya  manusia adalah usaha  meningkatkan kemampuan  teknis,  teoritis, konseptual  dan moral  pegawai  yang  sesuai  dengan kebutuhan pekerjaan  atau  jabatan dalam suatu perusahaan.

b.      Bagaimana Perencanaan Pengadaan SDM di Sekolah
Perencanaan SDM di sekolah
c.       Landasan Perencanaan Pengadaan SDM
teruraikan hal-hal yang berkaitan dengan landasan pemikiran yang mengungkapkan yaitu :
·           Keputusan strategik Corporasi, mengungkapkan kembali keputusan strategik pada tingkat korporasi mengenai visi, misi, tujuan, budaya, strategi.
·           Keputusan strategik departemen, mengungkapkan rumusan tingkat departemen SDM sebagai jabaran dari keputusan strategik korporasi kedalam visi, misi, tujuan, budaya, strategi bidang manajemen SDM.
·           Keterkaitan SDM kedalam lingkup bisnis, uraian singkat keterkaitan rencana pengembangan SDM dalam kaitannya dengan pengmbangan bisnis masa depan.
·           Kesiapan SDM melaksanakan paradigma abad baru, mengungkapkan penyesuaian diri kedalam membangun kebiasaan yang produktif kedalam peningkatan menjadi manusia unggul melalui profesionalism,kreatif dan inovasi, antisifatif.
·           Merumuskan strategi kedalam kebijaksanaan, akan mengungkapkan pokok pikiran kedalam program kerja yang terkait dengan sistem penataan pengelolaan SDM kedalam proses yang menyangkut 1) perencanaan, 2) struktur dan iklim organisasi, 3) sistem imbal jasa dan penghargaan, 4) penerimaan, seleksi dan penempatan, 5) pengembangan jalur karir, 6) pengelolaan kinerja, 7) memanfaatkan sistem teknologi informasi.
d.      Pengertian dari pada pengadaan SDM
Adalah proses penarikan, seleksi, penempatan, orientasi, & induksi untuk mendapatkan tenaga-kerja yang secara efektif & efisien mampu mendukung tercapainya tujuan perusahaan.
Merencanakan tenaga kerja agar sesuai dengan kebutuhan perusahaan serta efektif dan efesien dalam membantu terwujudnya tujuan. ( Drs. Malayu S P. Hasibuan 1990)
e.       Mengapa Perencanaan pengadaan SDM diperlukan
Karena perencanaan SDM merupakan proses analisis dan identifikasi tersedianya kebutuhan akan sumber daya manusia sehingga organisasi tersebut dapat mencapai tujuannya.
f.        Kondisi saat ini SDM yang ada di sekolah
Kondisi saat ini SDm di sekolah adalah masih belum memenuhi syarat perencanaan dalam SDM, Karena masih ada beberapa hal yang belum terlaksanakan, contohnya dalam perekrutan tenaga pendidik, penempatan kerja maupun menempatkan kinerja pendidik, sosialisasi dan diantara syarat tersebut belum terlaumpauihi atau terlaksanakan dengan sebaik-baiknya. Padahal jika syarat perencanaan Pengadaan SDM itu bisa terlaksanakan dengan baik, maka dalam sebuah pendidikan nantinya akan menuai keorganisasian yang sangat baik pula.
g.      Kesenjangan dan cara mengatasinya


II.    Kesimpulan
a.      Analisis
Beberapa langkah yang kiranya dapat dilakukan adalah sebagai berikut:
1. Terhadap tenaga pendidik yang belum memenuhi kualifikasi pendidikan yang sesuai dengan bidang pelajaran yang diajar, maka harus disekolahkan sesuai dengan jenjang pendidikan dan kualifikasi yang dibutuhkan. Hal ini dapat dilakukan dengan memberikan bantuan beasiswa kepada tenaga pendidik tersebut, sehingga diharapkan nantinya mereka dapat dikatakan atau masuk dalam kategori layak mengajar berdasarkan kualifikasi pendidikan yang dipersyaratkan;
2. Kemudian terhadap tenaga pendidik yang sudah memenuhi kualifikasi pendidikan tetapi TIDAK KOMPETEN dalam mengajar, maka terhadap mereka ini dapat dilakukan Pendidikan dan Pelatihan atau DIKLAT maupun mengikuti WORKSHOP baik berupa In House Training (IHT) maupun dikirim keluar daerah mengikuti DIKLAT maupun WORKSHOP yang sesuai dengan KOMPETENSI yang akan diajar;
3. Langkah berikutnya adalah dengan melakukan STUDI BANDING bagi tenaga pendidik tersebut sebagai bahan evaluasi bagi mereka yang diharapkan dari hasil STUDI BANDING tersebut dapat meningkatkan KINERJA maupun KOMPETENSI mereka sesuai dengan BIDANG YANG DIAJAR.


0 komentar: